Anisah’s Blog

Anda Kenal PKS?

4th April 2008

Anda Kenal PKS?

posted in Heretic |

Partai Keadilan Sejahtera, partai politik Islami, partai yang dianggap bersih, partai pemuda Islam, partai pemersatu ummat, partai yang peduli rakyat. Benarkah?

Sebagai orang yang telah bergabung dengan kelompok pengajian cikal bakal partai ini, sebagai orang yang telah ikut andil dalam pendirian organisasi pelajar dari partai ini, sebagai salah satu pembina dari sebagian kader partai ini, apakah saya terlalu awam untuk bicara tentang PKS?

PK yang kemudian menjadi PKS mungkin hanya kendaraan politik. Tetapi kendaraan politik siapa? Ummat Islam? Mungkin ya. Tetapi Islam yang bagaimana? Ahlus Sunnah wal Jama’ah? Nyatanya bukan. PKS lahir dari para wahhabi ekstrimis. Salah satu sesepuh mereka, Ust. Hasib Lc. tercatat pernah memimpin ‘pengrusakan’ makam dalam rangka meratakan kuburan. Mereka termasuk orang-orang yang menolak tahlilan, tawassul dengan Nabi, dsb. Menurut para ulama seperti Ibnu Taymiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauzi, para pendiri PKS ini merupakan ahlul bid’ah.

PKS bukan partai ummat Islam, tetapi partai kaum heretic, ahlul bid’ah. Bukan saya yang menyatakan hal ini, tetapi Ibnu Taymiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauzi. PKS juga bukan partai pemersatu. Nyatanya, PKS tidak berminat untuk mengayomi ummat Islam yang berbeda pendapat dengan mereka. Ketika mereka berhasil menguasai Depok, mereka mempersempit da’wah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di sana. Anda tahu apa yang akan mereka lakukan jika mereka berhasil berkuasa di Indonesia? Lihatlah Arab Saudi yang dikuasai kaum heretic ini. Mereka melakukan pengrusakan dan pertumpahan darah. Inikah gambaran pemersatu ummat?

Saya telah keluar dari partai ini, karena saya kenal secara langsung. Bukan karena dipengaruhi orang, tetapi karena saya sadar akan siapa dan bagaimana pemikiran para pendirinya. Tidak heran jika kader mereka menolak amalan-amalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena kaderisasi yang mereka lakukan memang berhasil mengubah pemikiran pemuda yang kurang aqalnya.

Diriwayatkan dari Ali r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Quran tetapi tidak melepasi kerongkong mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka kerana sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa`i, Abu Daud)

Baca Juga:

  • PKS BEDA TIPIS DENGAN INDOSAT
  • Mereka Ahlul Bid’ah
  • Simbol-Simbol dalam Ibadah Kristen
  • This entry was posted on Friday, April 4th, 2008 at 6:17 pm and is filed under Heretic. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

    There are currently 20 responses to “Anda Kenal PKS?”

    Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

    1. 1 On April 4th, 2008, Assajjad said:

      Assalamu’alaikum.
      Ane juga curiga tuh bang, soal lambangnya juga, trus palagi sekatang katanya pks udah jadi partai umum bukan lagi berplatfom islam, jadi siapa aja dari agama mana aja bisa jadi aktivis ma pengurusnya.soal pendapat ibn taymiyyah ‘n ibn qayyim perlu di jelaskan juga di kitab apa biar mereka bisa baca, soalnya katanya mereka itu sering mengambil pendapat dua ulama itu. coba Nt kunjungin dua situs ini, ane curiga ama lambangnya
      http://dibopiss.com/
      http://bangdani.com/foto/view/46563b6b/3

    2. 2 On April 16th, 2008, zulkhaidir said:

      Adakah Partai Politik yang baik…? Bahkan ormas-ormas yang mengatasnamakan islam pun kadang fahamnya berbeda dengan kita, itu dikarenakan masing-masing kita belum terlalu memahami agama islam itu sendiri. Bukankah islam itu satu, untuk apa berbeda-beda organisasi kalau toh membawa embel-embel islam. Alangkah lebih baik kita menjadi penganut islam yang baik, yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, bukankah kita diciptakan untuk itu?.

    3. 3 On April 20th, 2008, orang biasa said:

      emang kontribusi ente apa untuk Agama dan bangsa, beraninya cuma berkoar doang tanpa ada kontribusi untuk berjuang, buat solusi yang jelas jangan hanya menghujat doang…

    4. 4 On April 22nd, 2008, admin said:

      Saya hanya orang kecil. Tetapi mudah2an saya bermanfaat untuk menolak mudhorot dari orang2 besar yg Anda bela itu.

    5. 5 On April 22nd, 2008, fei xin said:

      PKS mah bukan kaum wahabi tapi kaum ikhwanul muslimin yg seaqidah dengan NU ya.sama2 beraqidah asy’ariyah…jd salah besar kl PKS itu wahabi..pikir dl sblm ngomong…..

      lha wong antara PKS dan yg ente katakan wahabi itu aja ga cocok….
      ehh yg kasih nama wahabi tu sapa yah…..???

      wah ngawurr nih….PKS2 ya PKS wahabi ya wahabi….(nama pemberian orang kafir untuk orang2 yg berusaha memeurnikan ajaran Islam dari bid’ah2…)

      soo……..PKS = NU =aqidah asy’ariyah ………..

    6. 6 On April 23rd, 2008, ida maula said:

      ASSALAMU’ALAIKUM, ikutan nih bang yee, nt curiga ane curiga kite smua curiga ame pks. kami2 disini udeh dari dulu curiga ama nich parte, sbelum buka kantor pst di mampang-buncit, aktivitas mreka sdh mencurigakan. waktu banyak digelar demo2 reformasi 97-98, mreka malah sibuk bikin partai. yg mreka rekrut mhsiswa yg kagak pernah demo. mari awasi pks, bila perlu bikin pks watch. .trims buat bang admin, WASSALAM

    7. 7 On April 23rd, 2008, admin said:

      @fei xin
      IM = NU? :-)
      Ga salah tuh?
      NU tahlilan… PKS enggak
      Ngebersihin dari bid’ah?
      Seperti mengharamkan tahlilan, maulid, tawassul dg nabi, ziarah ke makam nabi?
      Kok beda banget ya sama NU?
      diskusi lagi deh sana di myquran.org

    8. 8 On April 23rd, 2008, santri said:

      PKS cuma berlindung dari NU, cuma ngaku-angku doang. Partai ini udah sombang dengan mengusung kata paling peduli, paling bersih. pokoknya paling diantara partai lainnya. wahai pemuda/i pks makanya ngaji dong sama ulama, pelajari kitab ulama yang mengandung hikmah bukan hanya al-quran terjemahan yang suka-suka gw mengartikan tanpa ada bimbingan. agama hanya dijadikan untuk kepentingan politik. katannya ingin mempersarukan umat, Nyatanya ingin menghilangkan semua kegiatan ahlusunnah wal jamaah. Sok ingin mengarahkan dengan mengajarkan islam yang murni sehingga umat muslim lainnya di bilang ahli bid’ah. Woi ngaji lagi dong. jangan cuma satu guru. kaji fiqih lebih mendalam

    9. 9 On April 24th, 2008, setiadi said:

      Wah ini namanya sudah memfitnah tanpa dasar Cing! Setahu saya buku2 Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim al-Jauzy juga menjadi salah satu referensi bacaan para aktifis PKS. Kedua ulama besar tersebut sangat2 dihormati dan dipake ilmunya. Jika ente berkata kedua ulama itu mendiskriditkan PKS dengan gerakan dakwah yang salah, mana bukti statement mereka itu?
      Seharusnya kita cukup bersyukur atas kehadiran partai ini yang telah banyak memberikan andil. Yang membuat saya tidak mengerti mengapa dari sekian banyak kebaikan yang diberikan oleh partai ini tidak satupun yang nyangkut dapal pikiran anda (penulis).
      Masyarakat sudah semakin pintar, jadi jangan lakukan upaya2 yang menambah ruwet bangsa ini.
      Jika anda gaku pernah ngaji, siapasih guru ngaji anda itu?
      Dimana anda ngaji?
      Berapa nomer kartu anggota anda, jika anda mengaku kader PKS?
      Tolong sampaikan jawaban anda itu, jika anda memang benar2 bertanggung jawab atas tulisan anda!
      Jangan2 and cuma mengatasnamakan diri pernah menjadi anggota PKS saja yang ingin merusak dan meracuni orang lain dengan statemen anda itu!
      Jangan sampai azab Allah sampai kepada anda lantaran fitnah anda itu! seperti telah diazab orang yang telah menghina Rasulullah di Denmark dengan kartunnya itu dengan mati terbakar!

    10. 10 On April 25th, 2008, admin said:

      :)

      Ibnu Taymiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauzy ga mengharamkan tawassul dg Nabi, mereka mengatakan bahwa mengirim hadiah pahala kepada mayyit itu sampai. Anda bisa cek di kitab Ar-Ruuh oleh Ibnul Qoyyim Al-Jauzy, bahkan di Fiqhus Sunnah oleh Sayyid Sabiq juga ada koq dikatakan bahwa mengirim hadiah pahala bagi mayyit itu sampai. Tapi di halaqoh2, bagian2 tsb ga diajarin. Yang ada malah dikatakan bahwa itu semua adalah bid’ah!

      Baca artikel Mari Bersatu di situs sebelah.
      Klik disini.

      Saya ini pernah liqo di daerah mampang, tegal parang, di kalibata, pondok kopi, rawa mangun. Saya udah beberapa kali diover oleh mr-mr saya. Tapi materi mereka tetep aja sama, wahhabisme, IM, dsb. Waktu di pasar minggu, saya juga pernah kenalan dg kader PKS yg dulunya aktif di Al-Hikmah bangka. Dia sadar dan kurang setuju dg sikap dan pemikiran orang2 PKS dan para petingginya. Tidak tahan dg itu semua, dia hengkang dari sana, pindah ke pasar minggu. Dan sekarang dia ke Padang, kampung halamannya. Dia itu lulusan LIPIA.

      Kalau saya sebutkan mr saya dan nomor anggota saya, terus Anda mau apa?
      Mau cari tau siapa saya sebenarnya?
      I’m not fool!
      But I’m cool!

    11. 11 On April 26th, 2008, Buruh Pabrik said:

      Waduh antum dan berapa guru ngaji tuh –sampe dioper2….ane termasuk anggota — pernah di Pondok pesantren di kebon jeruk yang sempat terkenal selama 5 thn—keluarga saya dari kalangan NU– ikut ngaji di PKS sudah 8 tahun — MR juga sudah dipindah-pindah Jkarta-bandung-sumedang-bekasi(6 MR)— secara umum ane (Moga bukan sombong) merasa selama lebih luas pengetahuan keislaman (atau minimal sama) bila dibandingakan MR ane selama ini— Tapi jujur ternyata ane kala dalam amal— ini lah yang ane merasa kelebihan komunitas ini….
      Ane pernah protes ke semua MR tentang isi materi LQ yang isinya antum tahu lah— tapi ane tetap ngaji dan akhirnya ane simpulkan (menurut ane) mengajian ini menghindari khilafiyah (Fiqih)—padahal ane dulu aktif di bahsul masa’il di PonPes ane.
      Intinya bila ingin keilmuan yang lebih mendalam bukan di Halaqoh tersebut– tapi aktif ke majlis2 ilmu lain (tasqif, dauroh, ta’lim, diskusi dll) yang membuka peluang “berdalil ria”— Dari sekian tujuan halaqoh yang sangat terasa disaya antara lain: Ukhuwah, semangat beramal dan beibadah (seperti isi batere)
      Soal Keilmuan ane cari ditempat lain….
      Soal Tahlilan — Muhamadiyah juga gak setuju kan?— ane sendiri masih tahlilan kok–apalagi kalo diundang… sambil sedikit mewarnai para hadirin… “bagaimana kalo sekali-kali kosumsinya dari kas RT… tuan rumah cukup air dan tempat saja?”

      Saya berbagi cerita — saya pernah debat dengan salah satu MR — satu hal yang ane tangkap— menuntut Ilmu itu seperti bagi kita seperti mencari kenyamanan— beliau bilang kalau ane gak nyaman di PKS —cari jama’ah lain yang bisa membuat antum nyaman jangan dipaksakan. dengan menambahkan asal jangan jama’ah yang melanggar syariat (LDII, ahmadiyah, islam jama’ah) yang memharamkan orang diluar jama’ahnya
      —- nanti saya sambung lagi deh—
      SELAMAT BERAMAL untuk Kader PKS yang lain—

    12. 12 On April 26th, 2008, Buruh Pabrik said:

      Tahlilan, Qunut (yang masih saya lakukan)— salah satu yang paling sering dijadikan orang luar NU topik pembicaraan bahkan perdebatan— itu bagi ane adalah masalah cabang… bukan masalah ushul (pokok) — Para mutarobi ane selalu saya tekankan jangan mengajak (da’wah) orang ke Partai (PKS) tapi ke Islam— jangan malu mengajak orang walau ilmu belum banyak (ini lah yang banyak orang external PKS–kurang suka)..
      tapi mulailah dengan mengajak sholat tepat waktu, mengucap salam.. tahajud, baca Al-Qur’an….ane yakin kalo orang islam sholat wajibnya pasti semuanya 5 waktu–hajinya ke makkah dsb.
      Selama ikut Liqo’ ane (bersama teman) pernah aktif di lingkunagn HT (selama kuliah)–kurang sreg– ane ikut JT— intinya mereka memang “mengkritisi” orang diluar jama’ah mereka, tapi lagi-lagi masalah cabang dan metode dakwah– inilah yang ane sendiri sayangkan dlam hati—-
      Akhirnya diantara teman ane ada yang lebih sreg dengan komunitas HT dan JT— dan ane sampai saat ini masih sreg di”jama’ah tarbiyah”—
      Tapi bila memang suatu saat nanti ane merasa tidak sreg dan tidak nyaman ane pasti mencari jama’ah lain–sebagai wadah untuk beramal sholeh….
      Karena beramal bukan di PKS saja kok —
      SELAMAT BERAMAL– Moga kita bertemu di Surga Allah nanti walau dengan cara yang menurut kita tidak masuk akal….

    13. 13 On April 26th, 2008, admin said:

      Memang ada anggota PKS seperti antum. Ada juga MR seperti mr antum. Tetapi secara kaderisasi dan materi tarbiyah, aktivis PKS cenderung punya potensi untuk beralih kepada wahhabi. Bahkan wahhabi ekstrimis. Anda baik bukan karena tarbiyah PKS. Tetapi karena Anda memang orang baik yg bisa menyaring. Ditambah lagi Anda suka ngaji di luar halaqoh. Seperti dikatakan oleh pengelola hotarticle.org, seseorang yg tetap mengaji di ‘pengajian kitab kuning’, insya Allah akan selamat dari pemikiran wahhabi. Tetapi mereka yg hanya ngaji di halaqohnya, dan ini banyak menimpa anggota PKS karena kesibukan mereka, mereka hanya mendapat materi2 yg cenderung wahhabi.

      Saya tidak menyarankan ummat Islam untuk mengaji di halaqoh PKS, HT, apalagi ahmadiyah dll. Karena tidak semua orang punya filter seperti Anda. Jika dengan pernyataan Anda ini, kemudian banyak orang tertarik pada PKS, Anda bertanggung-jawab atas apa yg menimpa mereka. Sungguh, saya menyesal telah aktif di PKS bahkan ikut andil dalam pendirian KAPMI. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya yg telah lalu. Semoga artikel ini bisa menjadi salah satu penebus, bahkan penebus atas dosa2 saya tersebut.

      Banyak teman2 saya keluar dari PKS. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yg juga mengaji di ‘pengajian kitab kuning’. Dulu, pengajian kitab kuning sempat ‘dilarang’ oleh petinggi PK bagi anggota PK. Karena memang pengajian kitab kuning mempunyai materi2 yg dapat mementahkan pemikiran wahhabi. Bahkan sampai sekarang, tabligh Majelis Rasulullah agak susah di Depok sejak dipimpin oleh petinggi tersebut. Di Mampang Prapatan, dekat kantor DPP PKS juga begitu.

      Banyak orangtua yg mengeluhkan sikap anak2 mereka yg frontal setelah ikut halaqoh PKS. Jujur, saya juga sempat bersikap ekstrim setelah ikut tarbiyah (saat itu PK belum didirikan). Saya menyesal telah pernah bersikap seperti itu.

      Saat ini, PKS mungkin mengadakan maulidan, tahlilan, dsb. Tetapi itu hanyalah tehnik untuk menarik massa. Saya tahu bagaimana pemikiran para petinggi PKS sesungguhnya. Contohnya ya yg di Depok itu. Mereka itu kalau sudah berkuasa, keliatan deh aslinya pemikiran mereka. Saya tidak mau apa yg pernah terjadi di Saudi juga terjadi di Indonesia. Saya tidak mau apa yg pernah menimpa Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Saudi juga menimpa Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Indonesia. Saya tidak mau pengrusakan yg terjadi di Saudi juga terjadi terhadap makam2 wali sembilan.

      Akhi, antum tidak selamanya bisa memfilter. Filter juga bisa rusak kalau terus-menerus digunakan memfilter air yg terlalu keruh. Lagi pula, untuk apa kita memfilter, jika kita bisa meminum air dari sumber yg jernih tanpa harus difilter.

      Pengajian kitab kuning telah mendidik ulama-ulama Indonesia sejak dulu. Sanad mereka bersambung kepada Rasulullah SAW. Majelis2 mereka dipenuhi dengan cahaya nabawi yg terus mengisi relung-relung hati jama’ah dan menggerakkan mereka untuk mentauladani Rasulullah SAW. Rasulullah SAW, pribadi yg lembut dan penuh kasih-sayang. Pengajaran beliau terpancar melalui nurnya SAW dari generasi ke generasi, dari pribadi mulya ke pribadi mulya. Keberkahan beliau terus bergerak dari jiwa ke jiwa. Di majelis para pewaris beliau SAW terdapat keberkahan dan cahaya. Bahkan orang yg tidur di majelis itu pun akan mendapat cahaya tersebut tanpa dia sadari. Keteladanan beliau bukan melalui tulisan dan kata-kata. Bukan melalui pembahasan ilmiah dan semacamnya. Tetapi melalui jiwa yg hadir di majelis guru yg telah bergaul dg gurunya. Dan jiwa guru dari gurunya telah bersentuhan dg jiwa gurunya lagi, terus begitu dari guru yg telah bergaul dengan tabi’it tabi’in yg telah berjumpa dg tabi’in yg telah berjumpa dengan para shahabat, yg mana para shahabat, jiwa mereka telah bersentuhan dg jiwa Rasul dalam majelis-majelis beliau SAW. Jadilah Anda pewaris, pembawa, dan penerus cahaya tersebut. Ini bisa Anda dapatkan melalui hadirnya Anda di majelis2 guru2 mulya yg sanad mereka bersambung kepada Rasulullah SAW.

    14. 14 On April 27th, 2008, Buruh Pabrik said:

      Menarik juga nih… dari tulisannya– antum orang yang sudah cukup lama juga aktif–nih….Pemdapat antum ane baik bukan karena PKS –mungkin–kurang lebih benar– Tapi alhamdulillah Allah–melalui Jamaah ini– tetap menjaga ane tetap jadi orang yang “baik” (amin semoga gak salah jalan)—
      Saya anggap pendapat antum benar menurut saya (walau belum Haqqul Yakin)—-
      Tapi itulah fonomena hati manusia yang ternyata berbeda-beda karakter sehingga berbeda-beda pula wadah/makanan yang “dia” mau dan perlukan—
      Bayangan ane mungkin yang PKS lakukan sangat baik di respon dengan “sadar diri” — NU misalnya mulailah kembali ke karakter terdahulu yang sekarang digunakan oleh PKS dengan wajah baru—-PDI_P, partai lainnya misalnya jangan hanya beramal ketika ada dana, ada atasan dll—
      Tapi di NU ini lah– yang sangat ane sayangkan –Kok malah terkesan “pecah” –maklum ane-pun dididik di kalangan NU— sehinggan banyak orang yang berpeluang ditarik ke partai lain (PKS misalnya)–yang pasti anda sayangkan pula—
      Tapi ini-lah dunia politik— siapa yang bekerja keras dan peduli ke rakyat-sudah sunatullah pasti menuai simpati —-
      Sebenarnya –menurut ane– PKS mengajakan ke semua parpol dan ormas agar sadar dan lekas berbenah melindungi kader-nya…. Melindungi dengan arti semaksimal mungkin dan bukan lipstik belaka—-
      Ane malah berharap–NU dan Muhammadiyah— meniru hal-hal yang baik dari PKS dalam membina kader-kadernya —pasti secara tidak langsung PKS pasti tidak menjadi fenomenal lagi—
      Karena NU dan MUhammadiyah serta ormas lain-lah yang secara tidak langsung membuat PKS menjadi komunitas fenomenal—-
      DARI ANE YANG SELALU MENDO’Akan Guru ane —tanpa melihat faham—

      Terima kasih atas waktunya– ane harus kerja lagi nih—

    15. 15 On April 28th, 2008, admin said:

      One thing you have to know!
      I don’t care about party.
      I’m not NU, not PKS, not Muhammadiyah.
      I’m a Muslim.

      I think you have to read these articles:
      Jaminan Rasulullah SAW Terhadap Ahlus Sunnah
      Mari Bersatu!

    16. 16 On April 29th, 2008, Buruh Pabrik said:

      yes, i am agree about that…
      Mari kita bersatu—-”mendengar kata-kata ini” — hati saya geli karena inget dengan ajaran saudara kita di HT tentang khilafahnya—
      Semoga umat islam bisa bersatu — walau dengan skenario yang hanya Allah yang tahu— kita hanya berusaha dengan apa yang kita yakini setiap beraktifitas…..
      but anyway kita sedang dalam proses dan beramal agar insya allah mendapat ganjaran raudhotul jannah

      Senang pernah singgah di situs anda–moga kita bertemu di surga Allah…

      Wassalamu’alaikum

    17. 17 On May 1st, 2008, sufimuda said:

      PKS hanyalah sebuah partai, tapi orang2 di dalamnya adalah hasil binaan dari wahabi yang kerjanya suka mengkafirkan orang, membunuh para ulama dan merasa benar, menampilkan ISLAM PURITAN yang sangar di panggung sejarah dunia. Wahabi bisa berwujud dalam banyak wajah, apakah itu Ikhwanul Muslimin, Salafi kesemuanya merasa paling ber-TAUHID di dunia. padahal….
      Apapun namanya, orang2 dalam PKS tidak lain adalah NEO WAHABISME…

    18. 18 On May 1st, 2008, bayuimantoro said:

      Namanya manusia pasti punya salah. Kadang bisa juga benar.

      Yang salah adalah yang fanatik, taklid membabi buta, hingga kesalahan tidak terlihat, atau dibutakan hatinya dari melihat kesalahan jamaahnya.

      Yang salah adalah yang menyerang membabi buta tanpa melihat kebaikan yang dikerjakannya.

      Yang salah adalah yang memecah belah ummat padahal bersatu itu wajib, karena kaum kuffar dan munafiqin di luar sana merongrong kaum muslimin.

      Yang benar adalah yang menasehati saudaranya sesama Muslim, mengingatkannya ketika ia salah menunjukkan jalan kepada kebenaran.

      Yang benar adalah yang mau introspeksi diri, mengakui kesalahan, dan bersama-sama melanjutkan perbaikan.

      Yang benar adalah yang tawadhu, yang mau belajar, yang mau cerdas dan objektif untuk melihat dan berfikir positif pada setiap kritik yang dilayangkan.

      Wallahu ta’ala a’lam bishshawab.

    19. 19 On June 16th, 2008, Ome said:

      Pks bukan wahhabi
      tapi condong ma wahhabi
      pengajiannya ikut wahhabi
      semboyannya persatuan umat
      nyatanya cuman cari massa…..
      begini niiih agama jadi komoditi politik…

    20. 20 On June 16th, 2008, zeep said:

      he…..he…….he…….(bukan sombong ya tar salah opini)
      itulah PKS Yang memang memposisikan dirinya sebagai pergerakan dan jamaah yang berusaha
      “seimbang” dari berbagai sisi sehingga keberadaannya selalu menuai kritik dari para pelaku
      bid’ah ataupun mereka yang pergerakannya memberantas bid’ah namun terlalu terburu-buru.

      Semua nanti akan ada pertanggung jawabannya yang jelas PKS selalu berusaha Proporsional
      namun tetap berjuang dalam menegakkan akidah ummat
      wallahu’lam

    Leave a Reply